Tuesday , July 18 2017

Home / Fashion / Hati-Hati, Keguguran Dapat Berdampak Pada Psikologis Wanita

Hati-Hati, Keguguran Dapat Berdampak Pada Psikologis Wanita

Istimewa

PenaTangerang.com – KESEHATAN – Keguguran adalah hal yang dikhawatirkan oleh setiap wanita yang mendambakan buah hati. Umumnya, keguguran terjadi pada usia kehamilan di bawah 12 minggu. Hampir sebagian dari kasus keguguran terjadi sebelum ibu menyadari bahwa dia hamil, dan hanya terasa seperti menstruasi biasa. Bahkan tidak jarang keguguran terjadi tanpa disertai rasa nyeri atau kram.

Tanda-tanda keguguran yang umum terjadi adalah: pendarahan, nyeri pada abdomen atau punggung bagian bawah, dan kram. Jika pendarahan berlangsung hebat, ibu dapat mengalami kekurangan darah, yang ditunjukkan dengan gejala pusing, ingin muntah, demam, atau berkeringat.

Risiko mengalami keguguran meningkat seiring dengan pertambahan usia, kegemukan, kebiasaan hidup yang tidak sehat, penyakit atau virus, pemakaian obat-obatan, atau riwayat genetik. Mereka yang berasal dari keluarga yang pernah mengalami keguguran, kemungkinan akan mengalami periode keguguran pula dalam hidupnya.

Secara fisik, pendarahan akibat keguguran akan berhenti dalam waktu sekitar dua minggu. Kesehatan ibu akan cepat pulih jika disertai dengan asupan makanan sehat, istirahat dan relaksasi, vitamin, serta olahraga secukupnya. Bahkan, ibu dapat segera hamil lagi, meskipun belum lama mengalami keguguran.

Namun hal yang sering sulit diatasi adalah dampak psikologisnya. Keguguran sering kali membuat sang ibu merasa sedih, tidak berdaya, dan merasa belum menjadi wanita seutuhnya.

Dampak itu akan makin parah jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Pandangan negatif terhadap ibu yang mengalami keguguran serta tekanan untuk segera memiliki anak, dapat memperlambat proses pemulihan dirinya.

Di sinilah peran seorang suami menjadi kunci penyemangat sang istri. Untuk dapat melalui masa-masa sulit pasca keguguran, dianjurkan bagi pasangan tersebut untuk saling terbuka, saling mendukung, dan berusaha mengatasi masalah bersama. Komunikasi, konseling, dan penerimaan adalah kunci utama untuk mengatasi bahaya keguguran pada aspek psikologis. /Cuit

Save

About admin_penatangerang

Check Also

Istimewa

Begini 7 Cara Merubah Gaya Hidup Konsumtif, Mau?

PenaTangerang.com – LIFE – Perkembangan zaman membuat manusia menjadi lebih modern. Tak bisa dipungkiri bahwa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *